Ganggang Biru-Hijau Vs Kanker Nasofaring
Artikel Majalah Trubus Tentang Khasiat Spirulina
Edisi: Senin, 04 September 2006 08:14:18
Sepulang berkemah di kawasan Puncak, Cianjur, Tono-nama samaran-didera nyeri kepala berkepanjangan. Beberapa butir obat penghilang pusing ditelan, tapi nyeri itu seolah ajek. Kejadian 4 tahun silam itu diikuti munculnya benjolan sebesar telur puyuh di leher. Lita-sang ibunda-yang takut terjadi sesuatu segera membawanya ke Rumah Sakit Pluit di Jakarta Utara. Di sana dokter memvonis anak saya kena kanker nasofaring, tutur Lita.
Kabar mengejutkan itu sontak membuat semua persendian Lita terasa lemas. Ia benar-benar tak menduga anak sulungnya didera kanker. Ketika itu saya hanya bisa diam dan menangis. Saya merasa kasihan, ujar Lita. Saat palu vonis itu diketuk, Tono baru saja merayakan kelulusannya dari Sekolah Menengah Pertama. Ia memang mengisi waktu liburan dengan berkemah sambil menunggu pengumuman penerimaan dari sebuah Sekolah Menengah Atas di kawasan Jakarta Barat.
Benjolan itu tidak sengaja didapati. Rambut Tono yang panjang sebahu membuat benjolan itu tertutup. Herannya dia sendiri tidak merasa ada benjolan itu, ujar Lita. Maklum dengan bobot sekitar 80 kg, leher Tono tampak penuh lipatan kulit. Benjolan itu tampak setelah sang ayah mencukur rambutnya. Lo kok ini ada benjolan, ujar sang ayah seperti dituturkan Lita.
Saran dokter untuk melakukan biopsi-pemeriksaan jaringan hidup-membuat Lita ketakutan. Saya sering dengar biopsi menyebabkan kanker menyebar dan lebih ganas, ujarnya. Merasa tak puas, kelahiran Bangka-Belitung 45 tahun lalu itu mengecek Tono ke RS PGI Cikini di Jakarta Pusat. Kesimpulan sementara sama, perlu dilakukan biopsi.
Melalui bantuan kerabat dekat, Lita pun mengunjungi dokter spesialis kanker di bilangan Rawamangun. Setelah di CT Scan, dokter hanya bilang anak saya memang terkena kanker nasofaring stadium 1, ujarnya. Lita pun kembali dirujuk melakukan biopsi di RS Kanker Dharmais di Jakarta Barat.
Pengobatan alternatif
Pilihan biopsi sangat tidak diinginkan Lita. Setelah berembug bersama suami, Lita mencoba mencari pengobatan alternatif. Saya mendengar ada yang bisa menyembuhkan dengan pijitan di Sukabumi, ujar Lita. Tanpa pikir panjang, ia pun membawa Tono yang masih bisa beraktivitas normal ke sana. Sebulan pengobatan berjalan, hasilnya nihil. Benjolan itu malah tampak sedikit membesar.
Sebagai gantinya pengobatan herbal dipilih. Seorang pengobat di Kelapagading, Jakarta Utara, dikunjungi. Menurut sang pengobat, Tono harus meminum berbagai ramuan herbal. Salah satu di antaranya benalu teh. Sebungkus benalu itu dicuci bersh lalu direbus dalam 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa segelas. Setelah dingin, air rebusan disaring untuk diminum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas. Setelah 2 minggu mengkonsumsi belum ada perubahan, malah batuk darah dan mimisan, ujar Lita.
Tak kunjung membaik, dokter spesialis kanker di Rawamangun didatangi kembali. Kini apa pun yang disarankan dokter itu diterima. Dokter menyuruh ke Dharmais untuk menjalani terapi pengobatan, ujar Lita. Di sana Tono mesti menjalani kombinasi pengobatan dengan penyinaran dan kemoterapi. Katanya perlu 32 kali penyinaran sampai sembuh, ujar Lita.
Perubahan terjadi saat menjalani penyinaran ke-15. Tiba-tiba Tono didera rasa sakit yang amat sangat di pinggang. Tak tega melihat kondisi itu, Lita pun meminta dokter memberi obat penghilang rasa sakit. Obat itu diberikan lewat mulut dan dubur. Ia hanya efektif selama 12 jam setiap kali pemberian, tutur Lita.
Rasa sakit Tono membuat dokter curiga. Lita pun disarankan memeriksa Tono kembali. Hasilnya memang mengejutkan. Kanker itu sudah menyebar sampai pinggang. Dokter memutuskan Tono perlu menjalani 14 kali penyinaran lagi di bagian pinggang.
Saat itu kondisi Tono sudah jauh menurun. Bobotnya menyusut 30 kg, kulitnya kusam, dan rambutnya rontok. Air ludahnya kering, wajahnya menghitam, gusinya pecah-pecah sampai keluar darah, dan semua kaki tangannya bengkak, kata Lita.
Minum spirulina
Ketakutan kanker itu menyebar terbukti. Tak hanya di pinggang, tulang ekor pun kini digerogoti kanker. Tono mesti menjalani 17 kali penyinaran lagi. Dokter yang menanganinya mewanti-wanti agar kakak Lita tidak menginformasikan soal harapan umur penderita kanker. Dokter menyebutkan dengan kondisi itu usia Tono diperkirakan tidak sampai 3 bulan lagi, ujar Lita meniru ucapan sang kakak. Sambil terus menjalani terapi penyinaran, Lita meminta izin agar Tono diperbolehkan pulang. Saat itu Lita mengaku pasrah. Saran sepupunya untuk membawa Tono berobat ke Singapura ditolak secara halus. Biarlah saya merawatnya semampu saya, ujar Lita yang saat itu hanya bisa memberi asupan susu formula pada Tono.
Menjelang Natal pada 2002, teman dekat suami memintanya mencoba memberi spirulina. Siapa tahu bisa membuat badan anakmu sedikit kuat, tutur teman itu memberi beberapa sachet spirulina. Kebetulan pula spirulina cair itu berasa stroberi. Anak saya paling suka rasa stroberi jadi agak gampang memberinya, ujar Lita.
Spirulina itu diberikan rutin 3 kali sehari. Awalnya tubuh Tono seakan menolak. Saat diminum, tak lama cairan itu dimuntahkan lagi. Namun setelah mencoba 3 kali, tubuh Tono pun bisa menerima. Dua minggu mengkonsumsi tanda-tanda perubahan mulai terlihat. Kulitnya mulai kelihatan segar. Nafsu makannya timbul lagi, ujar Lita. Hampir 4 bulan rajin mengkonsumsi, kondisi Tono berangsur-angsur membaik. Wajahnya yang tadinya hitam mulai memutih kembali. Yang menggembirakan Lita, Tono sudah bisa berjalan normal meski agak tertatih-tatih. Kakinya masih sedikit bengkak, ujar Lita.
Setahun berlalu, Tono sudah tampak segar bugar. Bobotnya kembali normal seperti sediakala. Ia masih merasa cepat lelah saja, ujar Lita yang hingga kini terus mewajibkan Tono meminum 1 sachet spirulina setiap hari. Sekolahnya dulu sempat berhenti selama setahun sudah diteruskan kembali. Kalau lihat dia sekarang, saya kadang menangis karena tidak menyangka dia bisa membaik, tutur Lita.
Terbanyak ke-4
Merujuk data National Cancer Institute di Amerika Serikat, kanker nasofaring banyak terjadi pada ras Mongoloid yang tersebar di negara-negara Asia seperti Cina, Hongkong, Malaysia, Singapura, bahkan Indonesia. Kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung hingga menyebar ke kelenjar leher dan otak itu bisa diturunkan secara genetis.
Menurut Profesor Dr Karmel L Tambunan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kanker nasofaring kini menjadi salah satu kanker yang banyak penderitanya di tanahair. Penyebabnya diduga virus epstein barr. Virus itu juga ditemukan pada penyakit lain seperti herpes, ujar spesialis darah yang juga mendalami kanker itu. Salah satu pemicunya adalah makanan yang diawetkan dengan garam atau diasapkan.
Dalam paparan mengenai penyakit-penyakit kanker, Dr Gustav Quade dari Institute of Medical Biometry, Informatic and Epidemiology Universitat Bonn di Jerman menyebutkan pada stadium awal serangan kanker nasofaring tidak memberi gejala khas. Yang sering tampak hanya telinga berdenging, hidung mimisan atau tersumbat seperti pilek terusmenerus di salah satu sisi. Bila semakin parah, di leher, misalnya, akan tampak pembesaran getah bening yang terlihat seperti benjolan yang dialami Tono.
Satu-satunya pengobatan kanker yang bisa dilakukan dengan menjalani radioterapi dan kemoterapi, ujar Karmel. Pengobatan yang dilakukan pada Tono itu menurut Karmel sudah tepat. Meski demikian ia belum bisa menduga peran spirulina yang membuat kondisi Tono membaik. Mungkin membantu memperbaiki daya tahan tubuh saja, ujarnya. (Dian Adijaya S)
Spirulina Vs Anemia Aplastik
Artikel Majalah Trubus Tentang Khasiat Teripang / Gamat
Majalah Trubus Edisi 444 – November 2006
Inilah hari yang sulit terhapus dari ingatan Nusanto. Pertengahan Mei 2006 darah mengucur tak terbendung dari mulut dan hidung. Gusi juga berdarah menyisakan keperihan. Ia segera dilarikan ke Rumahsakit PGI Cikini, Jakarta Pusat. Prof dr Karmel Tambunan SpPD, yang menanganinya langsung menusukkan jarum di sumsum tulang belakang untuk mengetahui jumlah trombosit. Dokter ahli darah itu mendiagnosis anemia aplastik.
Nilai trombosit Nusanto Cuma 1.000, amat jauh dari ambang batas yang mencapai 150.000. Anemia suatu keadaan kadar hemoglobin darah lebih rendah daripada batas normal. Sedangkan anemia aplastik karena sel sumsum tulang belakang gagal memproduksi butir darah merah. Dampaknya sumsum tulang kosong sehingga pasien dengan trombosit 20.000 pun mudah terjadi pendarahan. Itu karena sel beku darah atau trombosit di dalam tubuh anjlok.
Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Ketika nilai trombosit drop, darah terus mengalir sehingga sel darah merah juga terkuras. Itulah yang dialami pria kelahiran Jakarta 2 Juli 1978. Tiga hari berturut-turut darah terus mengucur dari mulut dan hidung. Ia lemas dan terbaring di peraduan. Tatapan mata kosong. Sehari sebelum dilarikan ke rumahsakit yang berlokasi di bekas rumah pelukis Raden Saleh itu dr Karmel sejatinya menyarankan Nusanto untuk opname. Saat itu nilai trombositnya 6.000.
Sayang, ayah Joshua Vernandez itu menolak lantaran merasa bugar. Keesokan hari akhirnya ia kembali ke rumahsakit untuk menjalani perawatan. Ganja N u s a n t o ditempatkan di ruang isolasi. T u j u a n n y a agar terhindar dari berbagai penyakit. Sebab, serangan virus fl u saja, sudah cukup untuk merobohkan dirinya. Dokter menganjurkan untuk segera transfusi trombosit agar pendarahan terhenti dan mempercepat kesembuhan. Namun, ia menolak lantaran khawatir ketergantungan.
Transfusi trombosit sebenarnya solusi terbaik. Menurut dr Imam Budiwiyono SpPK dari Subbagian Hematologi Patologi Klinik RSUP Dr Kariadi, Semarang, pasien anemia aplastik membutuhkan sel darah merah. Fungsinya membawa oksigen ke otak. Kekurangan oksigen menyebabkan kelelahan kronis. Prof Karmel Tambunan menuturkan, anemia aplastik dipicu oleh paparan zat kimia terlalu lama, gangguan sistem imun tubuh, dan berbagai virus hepatitis, virus herpes, dan HIV.
Dari beragam pencetus itu, zat kimialah biang kerok anemia aplastik yang diderita Nusanto. Saat beranjak dewasa, ia menikmati ekstasi dan ganja. Dua barang haram itu menjadi sarana mereguk kebahagiaan semu. Setiap hari! Dua tahun kemudian ia beralih m e n g k o n s u m si putau tanpa henti. Kebiasaan itu bertahan hingga 10 tahun. Zat zat kimia itu t e r a k u mu l a s i sehingga merusak aktivitas produksi sel darah merah. Gejala yang muncul kerap lelah, pusing, gemetar, dan kaku. Bahkan setelah bangun tidur, kulit punggung membiru dan berbintik merah mirip titik titik darah. Itu amat kontras di permukaan kulitnya yang putih. “Tak ada perih maupun sakit,” kata pria berusia 28 tahun itu.
Seminggu kemudian ia memeriksakan diri ke dokter umum di Pademangan, Jakarta Utara. Hasil uji laboratorium menunjukkan, nilai trombosit 8.000. Saat itu dokter langsung angkat tangan, tak memberikan penawar sakit. Dokternya hanya mengatakan trombosit 1/60 kali dari batas normal. Ahli medis itu juga mengatakan kondisinya berbahaya sehingga harus dirawat di rumahsakit. Nusanto bingung, sebab ia merasa sehat, tanpa nyeri sedikit pun. Oleh karena itu ia tetap tinggal di rumah hingga kejadian muntah darah itu. Spirulina Sepekan lamanya Nusanto menjalani rawat inap di rumahsakit.
Menurut Nusanto, nilai trombosit hingga hari ke- 5 tak kunjung naik, bertengger di angka 6.000. Selama opname ia mengkonsumsi lebih dari 10 jenis obat untuk meningkatkan stamina. Selain itu, Nusanto dilarang menyantap makanan asam atau pedas dan minuman bersoda. Semua itu merusak lambung sehingga vitamin yang dikonsumsi menjadi sia-sia. Oleh karena itu ia menuruti saran kerabat di Bandung untuk mengkonsumsi spirulina.
Dari majalah Trubus kerabatnya itu mengetahui spirulina mampu mengatasi anemia. Pada hari ke-6 Nusanto mengkonsumsi spirulina. Dosisnya 5 tablet 3 kali sehari. Pada hari ke-7 ia diizinkan pulang ke rumah. Konsumsi ganggang hijau biru tetap diteruskan. Yang dirasakan Nusanto, kondisinya kian bugar. Ia merasa tak gampang letih, wajah tak lagi pucat, dan lebih bertenaga. Bobot tubuh meningkat 9 kg dari 56 kg sehingga tubuhnya setinggi 174 cm tampak lebih padat. Pengecekan terakhir pada September 2006, nilai trombosit 36.000. Itu berarti semakin mendekati ambang batas yang 150.000— 450.000.
Menurut Prof I Nyoman Kabinawa, periset Pusat Penelitian Pengembangan Bioteknologi, kemampuan spirulina meningkatkan trombosit lantaran kaya ferum atau zat besi. Kandungannya 15 mg/ 10 g, terbanyak dibandingkan berbagai sumber pangan lain. Zat besi berfungsi untuk kesehatan sel-sel darah merah dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Fungsi lain memacu sumsum tulang untuk memproduksi haemoglobin sebagai bagian dari sel darah merah. Uji klinis yang dilakukan Johnson dan Shubert, membuktikan zat besi spirulina diserap lebih dari 60%.
Bandingkan dengan suplemen lain seperti ferosulfida yang hanya 20%. Itu sebabnya spirulina efektif untuk penanggulangan anemia. Riset lain ditempuh oleh T. Takeuchi dari Tokyo Medical and Dental University, Jepang. Sebanyak 8 wanita muda pengidap anemia hipokronis dengan kandungan haemoglobin (HB) lebih rendah daripada normal, diberikan 4 g spirulina per hari selama 30 hari. Hasilnya kandungan HB naik 21% dari 10,9 menjadi 13,2.
Menurut Cheng-Wu Z dalam Second Asia Pacific Conference on Algal Biotechnology, penyembuhan itu juga karena polisakarida dan pigmen fikosianin. Keduanya terbukti beraktivitas erythropoetin, prekusor pembentukan sel darah merah di sumsum tulang. Khasiat spirulina meningkatkan sel darah merah juga dibuktikan oleh Z. Trojacanec dari Institute for Medical, Skopje, Macedonia. Trojacanec meriset para atlet dengan jam latihan tinggi. Akibat kelelahan ditemukan defi siensi zat besi yang berakibat anemia.
Itu dibuktikan setelah menghitung jumlah sel darah merah, haemoglobin, dan serum besi pada 20 atlet pria dan 20 atlet wanita berusia 18—22 tahun. Setelah diberi spirulina 3 kali sehari selama 2 bulan, serum darah dan haemoglobin meningkat.Bahkan kelelahan, kekakuan otot, dan kerap mengantuk, menghilang setelah jumlah serum zat besi meningkat. Kondisi itu pula yang mungkin dialami Nusanto. Meningkatnya trombosit hingga 6 kali lipat, membuat kebugaran tubuhnya juga meningkat. Nilai trombositnya memang belum menyentuh angka normal, tetapi setidaknya membendung aliran darah yang tak kunjung usai. (Vina Fitriani)
Camilan Kaya Gizi
Artikel Majalah Trubus Tentang Khasiat Spirulina
Edisi: Senin, 04 September 2006 08:03:47
Lima abad lalu penduduk di sekitar Danau Texcoco, Meksiko, memiliki kebiasaan menyantap camilan biskuit setiap hari. Namun, bukan sembarang biskuit yang dilahap. Biskuit yang disebut tecuitlatl itu dibuat dari ganggang biru kehijauan yang diperoleh dari kedalaman danau. Karena rajin memakan biskuit itu penduduk Danau Texcoco jarang sakit.
Nun di Danau Chad, Afrika, penduduk Kanembu pun sehat-sehat. Setelah diselidiki mereka diketahui sering mengkonsumsi dihe. Penganan mirip kue kering itu dibuat dari spirulina. Penduduk mengumpulkannya dengan kelambu pada musim panas saat terjadi booming spirulina di danau. Suku Aztec malah sudah sejak lama memanfaatkan spirulina untuk memperbaiki gizi mereka, ujar Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS, guru besar Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Institut Pertanian Bogor.
Menurut Ali, spirulina bisa memperbaiki gizi karena ia mengandung 70% protein. Asam-asam amino yang terkandung di dalamnya berperan memperbaiki sel-sel rusak dan meningkatkan sistem imun tubuh. Karena itu sejak lama spirulina sudah dimanfaatkan manusia, ujarnya.
Asam amino esensial
Protein dalam spirulina tersusun dari asam amino esensial yang tidak dimiliki tubuh seperti valin dan isoleosin. Padahal, asam amino itu berperan mengganti protein yang rusak. Konsumsi spirulina 36 g per hari sudah bisa mencukupi kebutuhan asam amino bagi tubuh orang dewasa, ujar Prof Dr dr Alfred A Djajakusumah, ahli biokimia kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.
Bukti serupa diungkapkan Clare M. Hasler, PhD dari Department of Food Science and Human Nutrition, University of Illinois, di Amerika Serikat. Clare menyebutkan susunan protein spirulina berguna memperkuat struktur dan fungsi sel-sel makhluk hidup. Itu karena spirulina mengandung zat proteinogenik yang berfungsi sebagai sistem pengatur metabolisme tubuh. Sedikitnya setiap 10 g spirulina yang dikonsumsi memberikan kontribusi protein setara 5,5-7 g bagi tubuh, ujar Ali Khomsan.
Berdasarkan hasil uji coba J.E Pinero Estrada dari Departemen Farmakologi, Universitas Madrid di Spanyol, spirulina diketahui kaya antioksidan karena kandungan beberapa pigmen pembentuk protein seperti phykosianin, zeasantin, dan klorofi l. Phykosianin merupakan antioksidan pelindung hati dan ginjal. Zeasantin melindungi mata terutama saat berusia lanjut. Klorofi l bersifat antikanker dan antiracun.
Antioksidan
Ganggang biru kehijauan itu juga memiliki vitamin dan mineral yang lengkap. Spirulina termasuk satu-satunya tumbuhan yang mengandung vitamin B kompleks terlengkap: B1, B2, B3, B6, dan B12. Setiap 10 g spirulina mengandung vitamin B1 (thiamin) 0,31 mg, B2 (riboflavin) 0,35 mg, B3 (niacin) 1,46 mg, B6 (pyridoxine) 80 mcg, dan B12 (cobalamine) 32 mcg.
Peran vitamin B sangat penting. Misal vitamin B12, membantu pembentukan sel darah merah, sumsum tulang, dan memperbaiki sistem saraf. Vitamin B12 juga dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Vitamin B12 merupakan koenzim yang penting untuk sintesis DNA dalam mengontrol pembentukan sel-sel baru, ujar doktor ilmu home economics education dari Iowa State University di Amerika Serikat itu.
Vitamin A dan betakaroten yang demikian tinggi di dalam spirulina-23.000 IU per 10 g-memiliki fungsi sebagai antioksidan. Kandungan betakaroten dalam spirulina mencapai 10 kali lipat lebih banyak daripada lobak dan wortel, ujar Ali Khomsan. Mereka dapat mencegah kanker, menjaga kesehatan sel-sel tubuh, dan memperbaiki fungsi mata. Peran lain sebagai tembok penghalang berkembangnya tumor ganas dan perubahan kromosom.
Menurut Ali Khomsan, vitamin A, D, B12, betakaroten, dan mineral yang dimiliki spirulina mempunyai peranan penting dalam pembentukan tulang. Vitamin D bersama kalsium dapat memperkuat tulang dan gigi. Hasil penelitian Carlos Jime’nez dari Department of Ecology, University of Malaga di Spanyol Menunjukkan kalsium selain mengeraskan tulang, juga berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
C. Wayne Weart dari Department of Pharmacy, University of South Carolina di Amerika Serikat mengungkap mineral lain yang terkandung dalam spirulina seperti magnesium, zink, selenium, dan zat besi memiliki peran tak kalah penting. Zink misalnya membantu memastikan fungsi-fungsi enzim di tubuh berjalan sempurna. Yang lain seperti selenium mampu mencegah gondok. Zat besi pada spirulina 58 kali lebih banyak daripada bayam dan 18 kali lebih tinggi dari daging, ujar Ali Khomsan. Zat besi itu selain ikut membantu pembentukan darah juga menguatkan sistem imun.
Karena kandungan yang luar biasa itu, spirulina dijadikan suplemen kesehatan. Ia disebut-sebut sebagai makanan abad 21. Paling tidak 12 penghargaan dari badan-badan pangan dan kesehatan dunia disematkan kepada yang namanya spirulina. Pantas saja berjuta-juta pil spirulina telah diproduksi untuk membantu masyarakat yang malnutrisi dan untuk mengatasi berbagai penyakit. (Hermansyah)
Dari Nongnong hingga Kebal Herpes
Artikel Majalah Trubus Tentang Khasiat Spirulina
Edisi: Senin, 04 September 2006 08:33:54
Tidak ada yang memikat saat pertama kali melihat penampilan blue unique track milik Kabinawa. Lou han itu hanya dihiasi nongnong kecil. Namun perubahan besar terjadi setelah Kabinawa memberi campuran 1,5-7,5% spirulina ke dalam pakan. Tak sampai 8 minggu, nongnong blue unique tampak besar. Bahkan melebihi ukuran kepala. Dengan penampilan baru itu seorang hobiis di Jakarta langsung menawar hingga Rp30-juta.
Bagi penggemar lou han, memiliki ikan bernongnong besar sebuah kebanggaan. Nongnong besar diyakini memberi umur panjang pada pemiliknya. Wajar banyak hobiis berlomba mencari lou han bernongnong besar. Nongnong yang besar itu dapat dibuat, ujar Kabinawa. Melalui serangkaian percobaan, profesor riset dari LIPI itu menunjukkan ganggang biru-hijau itu bisa membuat nongnong lou han besar.
Menurut Kabinawa, nongnong pada lou han merupakan tempat menyimpan cadangan makanan. Di dalamnya berisi lipoprotein dan nutrisi pelengkap lain. Nongnong dapat mengecil karena cadangan makanan yang ada diserap menjadi energi. Untuk menghindari cadangan makanan itu terpakai, spirulina dapat menjadi pengganti. Spirulina mengandung nutrisi untuk menghasilkan energi, ujar Kabinawa.
Antistres
Kandungan protein dan lemak yang tinggi dalam spirulina membuat ganggang renik itu menjadi salah satu campuran pakan. Menurut penelitian Kabinawa, spirulina mengandung protein 65-70%. Itu lebih tinggi daripada telur yang hanya 12%. Nilai itu juga melampaui protein asal daging dan ikan, 15-25%. Senyawa lain yang dimiliki spirulina adalah 15-25% karbohidrat, 7-13% mineral, 8-10% serat, dan 3% air. Semua senyawa itu cukup sebagai sumber energi di tubuh.
Spirulina dengan kandungan B12-nya yang cukup tinggi mujarab meningkatkan kekebalan tubuh ikan dari gangguan penyakit. Pemakaian pada bibit dapat menekan tingkat kematian hingga 14%. Keistimewaan lain, mempercepat pertumbuhan sampai 19%. Bahkan bila 2,5% spirulina dicampurkan pada pakan, sirip ikan tumbuh 25% lebih cepat.
Stres juga dapat dihalau dengan spirulina. Itu lantaran ia mengandung antioksidan yang dapat memasok cukup oksigen terlarut di tubuh. Ikan yang stres saat pindah dari kolam dapat pulih dalam waktu singkat dengan pemberian spirulina selama 10 hari berturutturut, ujar Agnes Maria, staf ahli riset dan pengembangan akuakultur PT Central Proteinaprima di Jakarta.
Kinclong
Serangkaian keunggulan itu membuat spirulina banyak dimanfaatkan sebagai campuran pakan. Tak hanya lou han, tapi ikan hias lain seperti koi, diskus, dan maskoki. Contohnya koi. Koi tidak mempunyai pigmen penentu warna. Padahal, kecantikan koi terletak pada kecerahan warna pola tubuh. Itu dapat diatasi dengan pemberian pakan yang mengandung spirulina, ujar Agnes.
Hasil penelitian Balitbang Zoologi-LIPI Cibinong menunjukkan pakan yang mengandung 6-7% spirulina dapat mencerahkan warna bila diberikan selama 20 hari berturut-turut. Artinya bila kebutuhan pakan mencapai 100 g, maka 6 g di antaranya spirulina. Peternak koi di Blitar sudah biasa menambahkan 5-10 g/hari spirulina ke dalam pakan untuk setiap 25 koi.
Bukan tanpa sebab spirulina dapat mencerahkan warna ikan. Itu lantaran spirulina mengandung pigmen astasantin dan zeaksantin. Kedua pigmen itu yang dapat memekatkan warna terutama corak merah. Kandungan penting lain adalah betakaroten. Pigmen pendongkrak warna merah itu jumlahnya mencapai 0,14-0,19% dalam spirulina. Warna merah pada koi bisa keluar dengan betakaroten, ujar Agnes.
Hambat virus herpes
Spirulina pun memberi manfaat pada hewan lain seperti hamster dan ayam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Profesor Ernest Ross dari University of Hawaii and Warren Dominy of the Oceanic Institute di Amerika Serikat, asupan spirulina dapat meningkatkan fertilitas sampai 96,1% bila digunakan pada burung.
Di Afrika, spirulina banyak terdapat di bukit-bukit yang dihuni oleh ratusan burung flaminggo. Mereka memakan alga berbentuk spiral itu sehingga warna bulunya yang putih berubah merah jambu. Tak hanya warna putih, spirulina juga dapat mendongkrak warna kuning, merah, hijau, dan biru menjadi cerah, serta bulu terlihat lebih halus.
Para peneliti di National Cancer Institute di Amerika Serikat pernah menguji pemberian spirulina pada hamster. Hasilnya, hamster kebal terhadap herpes dan kanker. Itu lantaran kandungan sulfoglycolipid yang dimiliki spirulina. Senyawa itu bahkan diyakini dapat melawan virus AIDS yang menurunkan kekebalan tubuh.
Menurut Kabinawa, pemberian spirulina pada ayam petelur dapat memerahkan warna kuning telur. Untuk ayam pedaging, alga biru kehijauan itu membuat daging lebih kenyal sehingga setelah dimasak menjadi empuk dan gurih. Serangkaian manfaat itulah yang menjadikan spirulina pantas diberikan sebagai pakan hewan, tidak semata untuk kesehatan manusia. (Lastioro Anmi Tambunan)
Olah Spirulina Saat Liliput Berubah Wujud
Artikel Majalah Trubus Tentang Khasiat Spirulina
Edisi: Senin, 04 September 2006 08:22:22
Hamparan jaring peneduh yang melingkupi 2 hektar lahan di Distrik Dong Ying, Provinsi Shandong, RRC Utara, terlihat megah. Di bawahnya tampak kolam-kolam berukuran besar berisi air kehijauan. Dari sanalah serbuk-serbuk spirulina yang tengah dikemas karyawan sebuah pabrik di kawasan Cikarang, Bekasi, berasal. Fenomena itu tak ubahnya di Kepong, Malaysia yang mengemas spirulina kiriman dari Hawaii, Amerika Serikat.
Spirulina yang dipasarkan dalam berbagai kemasan di tanahair memang semuanya impor, antara lain dari Cina, Jepang, India, dan Amerika Serikat. Di Indonesia bukannya tidak ada tempat cocok untuk pengembangbiakan makhluk berukuran mikroskopik itu. Alasan belum ada investor yang memandang spirulina sebagai makanan kesehatan itulah yang paling tepat dikedepankan.
Memang tidak banyak tempat bisa dijadikan ladang pengkulturan spirulina. Jasad liliput itu butuh persyaratan spesifik untuk hidupnya. Selain perairan basa, pH di atas 8,5, tempat itu harus steril dari pencemaran udara, seperti debu dan zat-zat kimia berbahaya. Bahkan menurut Prof Riset I Nyoman Kabinawa, ahli teknologi kultur mikroalga Indonesia, lingkungan pun harus tenang.
Itulah sebabnya Ultra Trend Biotech produsen Spiruplus memilih Dong Ying di Provinsi Shandong, RRC Utara, untuk lokasi budidaya. Kami butuh waktu 1 bulan untuk mengapalkan serbuk spirulina hingga Cikarang, ungkap Billy Gan, presiden direktur Ultra Trend Biotech Indonesia.
Pembudidayaan spirulina juga dilakukan oleh Cyanotech Company di Hawaii, Amerika Serikat, tetapi kondisi tempatnya berbeda. Produsen spirulina yang didistribusikan dengan nama Luxor itu menambang spirulina di lautan bebas. Hampir tak ada perbedaan cara pengolahannya. Sebab, keduanya sama-sama dibudidayakan di aliran air tenang. Berikut pembudidayaan spirulina seperti yang dituturkan Billy Gan dari Ultra Trend Biotech dan Bob Capelli dari Cyanotech Company langsung kepada Trubus.
- Kedua perusahaan, Ultra Trend Biotech dan Cyanotech Company membudidayakan jenis Spirulina platensis. Bibit spirulina diperoleh secara kultivasi di laboratorium. Setelah penyeleksian selesai, terpilihlah bibit spirulina terbaik. Bibit itu lantas dimasukkan ke dalam galon masing-masing bervolume 19 liter. Galon itu berisi nutrisi agar ganggang biru-hijau itu tumbuh lebih cepat. Sebab, untuk mengisi seluruh kolam paling tidak dibutuhkan bibit sebanyak 10 galon.
- Bibit itu dimasukkan ke dalam kolam perbanyakan. Pemindahan bibit dilakukan pada awal Mei. Pada bulan itu suhu di Dong Ying cukup hangat, 20ºC, cocok untuk memulai budidaya. Kolam terbuat dari semen, berukuran tinggi 60 cm, lebar 6 m, dan panjang mencapai 100 m. Kolam ini diisi air tawar sampai ketinggian 30 cm. Air yang digunakan dipompa dari dalam tanah agar kebersihannya terjamin. Beda halnya dengan pembudidayaan spirulina di Cyanotech Company. Sumber air yang digunakan berasal dari dasar laut yang kedalamannya mencapai 6.000 meter. Air itu masih murni dengan kandungan mineral lengkap, kata Bob Capelli.
- Setiap kolam dilengkapi pemutar yang digerakkan listrik, dengan kecepatan 3-4 m/detik. Pemutar ini digunakan untuk mengaduk air kolam, sehingga semua bibit spirulina dapat memperoleh sinar matahari. Apabila air tidak diputar, sinar matahari hanya mengenai spirulina di permukaan atas kolam. Setiap hari ditambahkan mineral ke dalam kolam. Unsur-unsur seperti nitrogen, potasium, besi, serta unsur penting lainnya dapat meningkatkan kualitas spirulina.
- Musim tanam atau penyebaran bibit spirulina dilakukan pada Mei hingga Oktober. Spirulina sudah bisa dipanen 3-5 hari kemudian. Pemanenan dilakukan setiap hari. Bahkan, saat puncak musim panas, panen spirulina berlangsung setiap jam agar terhindari dari ledakan populasi. Cara panen, air kolam di pompa dan dimasukkan ke penyaring. Lantas spirulina yang tersaring dicuci menggunakan air bersih agar semua kotoran hilang. Setelah bersih, spirulina itu dikeringkan lantaran masih mengandung 80% air. Sedangkan air yang keluar dari saringan dimasukkan kembali ke dalam kolam.
- Spirulina yang telah dicuci dimasukkan ke spray drier. Panas yang disemprotkan mesin mengubah bentuk spirulina, dari cairan menjadi bubuk kering. Teknologi lain diaplikasikan Cyanotech. Pengalaman 23 tahun memproduksi spirulina Cyanotech menemukan proses teknologi ocean chill drying. Proses pengeringan beku itu menjamin tidak terjadinya oksidasi terhadap karoten dan asam lemak spirulina. Produk bisa bertahan lebih dari 5 tahun.
- Bubuk spirulina dikemas dalam vacuum pack lalu disimpan ke dalam tong terbuat dari kertas. Dari Shandong, Cina, Ultra Trend Biotech mengirimkan 200 tong masing-masing berisi 50 kg bubuk spirulina melalui laut ke Indonesia. Setelah 30 hari perjalanan, sampailah di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Sedangkan Cyanotech mengirimkan bubuk spirulinanya ke Kepong, Kualalumpur, Malaysia.
Setibanya di pabrik pengemasan, bubuk spirulina langsung masuk ruang penyimpanan berpendingin. Saat akan diolah serbuk berwarna hijau itu baru dikeluarkan. Ada yang memasukkan serbuk itu ke dalam kapsul, ada juga yang dibentuk menjadi tablet. Dalam satu hari, masing-masing perusahaan mampu mencetak 250.000 kapsul dan tablet spirulina. Setelah dikemas dalam botol dan kardus, produk siap dipasarkan ke konsumen di seluruh Indonesia. (Lani Marliani/Peliput: Vina Fitriani)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
| Home | Kontak | Order Cepat | Pengelola | Produk | Order Jelly Gamat/Teripang via SMS | GARANSI Belanja Aman/Puas | Testimoni Jelly Gamat | Testimoni Spirulina | Testimoni Biofir |
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
:: DAFTAR POSTING (ARSIP) ARTIKEL & TESTIMONI:
- Gamat / Teripang Emas
-
Artikel Majalah Trubus Tentang Gamat/Teripang:
- Apa Kata para Dokter tentang Gamat?
- Band Samsons Antara Konser dan Gamat
- Berlalunya Radang Paru-paru sang Saudagar
- Gamat Akhiri Derita Stroke dan Asma
- Gamat Tuntaskan Jantung Koroner
- Gamat untuk Obat Tulang dan Radang Sendi
- Gamat Pelunak Tulang Kaku
- Jalan Panjang Pangkor ke Selangor
- Khasiat di Balik Resep Datuk
- Kering Luka Caesar Karena Teripang (Gamat)
- Mereka Selamat Berkat Gamat (Teripang)
- Penyembuh dari Dasar Samudera
- Penunda Tiga Pencabut Nyawa
- Reportase Malaysia Obat Mujarab dari Laut
- Senjata Pamungkas Murid Hipokrates (Komentar para Dokter tentang Khasiat Gamat)
- Sembuh dari Derita Radang Sendi
- Teripang Akhiri Derita Tumor Lambung
- Teripang Jinakkan Serigala Liar
- Virus Hepatitis itu Telah Hilang
- Teripang, Imunomodulator Hingga Antitumor (ARTIKEL REPUBLIKA)
- Artikel Majalah Trubus Tentang Spirulina:
-
Testimoni Gold-G (Jelly Gamat Jelly Teripang):
- Anak Saya Bebas dari Radang Tenggorokan
- Asam Urat Selama 4 Tahun dan Kulit Kering 6 Bulan
- Badan Saya Tidak Pernah Lemas dan Lelah Walaupun Beraktifitas
- Badan Terasa Ringan dan Gula Darah Menjadi Normal
- Berbagai Obat Dokter dan Jamu Sudah Saya Coba, Tetapi Tidak ada Hasil
- Berkat Biofirion Saya Sudah Jarang Minum Obat dan Jantung Tidak Sakit
- Berkat Gold-G Pembengkakan pada Leher Saya Berkurang
- Berkat Gold-G Sakit Maag Saya Teratasi
- Berkat Gold-G, Sembuh dari Liver & Maag
- BIOFirion dan Gold-G Telah Menolong Hidup Saya
- Dalam 1 Minggu Flek di Wajah Berkurang
- Dokter Vonis Operasi By Pass Jantung Saya
- Flu Tulang Membaik Dalam 3 Hari Setelah Konsumsi Gold-G
- Gold-G Sangat Membantu Tekanan Darah Tinggi dan Asam Urat
- Gula Darah Saya Turun dan Kaki Tidak Terasa Sakit Lagi
- Haid Saya Menjadi Lancar dan Tidak Sakit Lagi
- Hidung Sering Tersumbat (Sinusitis Kronis), Alergi Debu, Darah Rendah 4 Tahun
- Kanker Cerviks: Beberapa Obat Sudah Dicoba untuk Menghentikan Pendarahan
- Keluhan Parkinson, Darah Tinggi, dan Susah Tidur Sembuh
- Kulit Wajah Tampak Lebih Tua & Penuh Flek-Flek Coklat
- Luka Kering dan Tidak Meninggalkan Bekas
- Luka Menganga Menjadi Kering dan Rapat Seperti Dijahit
- Lutut & Sendi Saya Terasa Lebih Enak
- Luka Saya Sembuh dan Wajah Terasa Segar
- Lutut Terasa Lebih Enak, Tidur Tidak Terganggu Lagi
- Nyeri Lutut, Kesemutan Hilang & Kulit Semakin Bersih
- Patah Tulang Bahu Saya Sembuh Dalam 1 Bulan
- Penyakit Epilepsi & TBC Saya Tidak Kambuh Lagi & Sembuh
- Persendian dan Jerawat Saya Sembuh Berkat Produk GNE
- Perut Saya Tidak Kembung Lagi Rasa Perih pun Berkurang
- Rasa Mual dan Maag Saya Hilang Terbantu Dengan Gold-G
- Sakit Maag Saya Sembuh Setelah Konsumsi Gold-G (Jelly Gamat)
- Saya Bebas dari Gondok yang Sudah 3 Tahun
- Saya Merasakan Pernafasan Lebih Lega Berkat Gold-G
- Saya Terbebas dari Hiperkolesterolemia
- Saya Terbebas dari Sakit Stroke
- Sembuh dari Alergi Obat Penicillin
- Sembuh dari Lever, Kista dan BAB Lancar
- Sembuh dari Maag Badan Pun Terasa Lebih Segar
- Sembuh dari Penyakit Jantung dan Liver
- Sembuhkan Bibir Pecah-Pecah, Jerawat, dan Kulit Kusam
- Setelah 2 Jam Nyeri Haid Tidak Saya Rasakan
- Setelah 4 Bulan, Saya Sembuh dari Tumor Ovarium, Kista
- Setelah 4 Hari Minum Gold-G, Batu Ginjal Saya Keluar
- Setelah Konsumsi Gold-G Selama 1 Minggu, Hepatitis B Sudah Negatif
- Setelah Mengalami Khasiatnya, Saya Kabarkan ke Teman
- Setelah Menggunakan BIOFirion Selama 4 Hari Anak Saya
- SGOT Awal 1575 & SGPT 2227, Turun Menjadi SGOT 47 & SGP
- Sinusitis Saya Sembuh Total Berkat Produk-Produk GNE
- Spirulina dan Bio Eye Mask Membantu Mata Saya Tambah Terang Tak Berair
- Tekanan Darah Kembali Norma, Anemia dan Eksim
- Terbebas dari Maag dan Nyeri Kaki
- TESTIMONI GOLD-G (GAMAT-TERIPANG) BAGIAN 2
- Tumor Saya Semakin Mengecil dan Menipis
- Wah, Sungguh Dahsyat! Kanker Mengecil dan Mengering
- Wajah Saya Bersih dari Jerawat
- Wajah Saya Lebih Bersinar dan Muda, Kolesterol
- Testimoni Spirulina:




